Bayangin deh perasaan waktu pertama kali lihat slip gaji setelah naik jabatan. Senang banget kan? Rasanya akhirnya semua kerja keras terbayar dan kamu sudah siap buat beli barang-barang yang selama ini ada di keranjang belanja online. Tapi anehnya setelah beberapa bulan berlalu kamu sadar kalau saldo di akhir bulan tetap saja mepet. Padahal angkanya sudah jauh lebih besar dari tahun lalu. Jujur aja ini bukan masalah angka di rekening tapi masalah bagaimana otak kita memproses nilai uang yang berubah.
Dalam dunia psikologi keuangan ada istilah yang namanya Hedonic Treadmill. Konsep ini menjelaskan kenapa kebahagiaan kita setelah membeli barang baru atau naik gaji itu sifatnya cuma sementara. Begitu standar hidup kita naik maka ekspektasi kita juga ikut naik. Dulu naik motor sudah cukup tapi sekarang merasa butuh mobil. Dulu makan di warteg oke tapi sekarang harus di kafe yang estetik. Kita terus berlari kencang di atas treadmill ini tapi sebenarnya posisi finansial kita nggak pindah ke mana-mana.
Inilah yang sering disebut sebagai lifestyle inflation. Saat pendapatan naik pengeluaran kita cenderung ikut naik secara otomatis tanpa kita sadari. Masalahnya otak kita sangat pintar mencari pembenaran untuk setiap pengeluaran baru tersebut. Kita merasa itu adalah sebuah self reward padahal sebenarnya itu adalah jebakan yang bikin kita susah mencapai kebebasan finansial jangka panjang.
Pernah nggak kamu merasa sayang mengeluarkan uang sepuluh ribu buat ongkir tapi merasa santai saja waktu bayar seratus ribu buat segelas kopi dan cemilan? Nah itulah yang dinamakan Mental Accounting. Kita membagi-bagi uang ke dalam laci mental yang berbeda secara subjektif. Kita menganggap uang bonus atau lemburan sebagai uang gratis yang boleh dihabiskan secepat mungkin padahal nilainya sama saja dengan uang gaji pokok.
Selain itu kita sering lupa soal Opportunity Cost atau biaya peluang. Setiap kali kamu memilih untuk upgrade gadget yang sebenarnya masih bagus kamu bukan cuma kehilangan uang jutaan rupiah saat itu juga. Kamu juga kehilangan potensi pertumbuhan uang tersebut kalau seandainya diinvestasikan. Bayangin kalau uang itu tumbuh sepuluh persen tiap tahun selama sepuluh tahun ke depan. Itulah harga asli dari keputusan impulsif yang sering kita abaikan.
Kekayaan sejati adalah uang yang tidak kamu belanjakan untuk hal-hal yang tidak kamu butuhkan.
— Morgan Housel
Supaya gaji nggak cuma numpang lewat kamu butuh sistem yang lebih kuat dari sekadar niat. Kamu butuh yang namanya Sinking Funds. Ini adalah cara menabung untuk pengeluaran spesifik yang sudah terencana di masa depan. Misalnya buat pajak tahunan atau liburan akhir tahun. Dengan membagi tabungan ke pos-pos kecil kamu nggak akan kaget saat tagihan besar datang karena uangnya sudah tersedia.
Terapkan Aturan 48 Jam
Kalau mau beli barang mahal tunggu dulu selama dua hari sebelum bayar. Biasanya keinginan itu bakal hilang sendiri kalau itu cuma emosi sesaat.
Teknik ini efektif buat membedakan keinginan dan kebutuhan.
Otomatisasi Tabungan
Atur agar sebagian gaji langsung pindah ke rekening investasi atau tabungan begitu cair sebelum kamu sempat menyentuhnya buat belanja.
Prinsip pay yourself first adalah kunci utama.
Evaluasi Langganan Rutin
Cek lagi semua aplikasi atau layanan streaming yang kamu bayar tiap bulan tapi jarang dipakai.
Bocor halus kecil-kecil begini kalau dikumpulin bisa buat modal investasi.
Coba gunakan fitur tracking di Wealio buat melihat kategori mana yang paling sering bikin budget kamu jebol setiap bulannya.
Mengelola uang itu sembilan puluh persen soal perilaku dan cuma sepuluh persen soal matematika. Kamu nggak perlu jadi ahli akuntansi buat punya arus kas yang sehat. Hal yang paling penting adalah kesadaran akan alasan di balik setiap transaksi yang kamu lakukan. Jangan biarkan lingkungan atau media sosial mendikte bagaimana cara kamu menghabiskan uang hasil kerja kerasmu sendiri.
Mulai sekarang yuk coba lebih jujur sama diri sendiri. Apakah barang itu benar-benar bikin kamu bahagia dalam jangka panjang atau cuma sekadar pelarian dari stres kerjaan saja? Dengan memahami psikologi di balik setiap pengeluaran kamu selangkah lebih dekat menuju ketenangan finansial yang sebenarnya. Bukan cuma sekadar angka tapi perasaan aman karena tahu uangmu bekerja buat masa depanmu bukan cuma buat gaya hidup orang lain.
Artikel Lainnya
Wealio
Budget, investasi, dan net worth dalam satu tempat.