Hampir semua orang pernah mencoba buat anggaran bulanan. Dan hampir semua orang pernah gagal mengikutinya, biasanya sebelum bulan berakhir, sering sebelum minggu kedua. Kalau ini pernah terjadi padamu, kamu mungkin langsung menyimpulkan bahwa kamu tidak disiplin atau tidak cocok dengan budgeting.
Tapi kemungkinan besar masalahnya bukan di kamu. Masalahnya di cara anggaran itu dibuat.
Anggaran yang gagal hampir selalu dibuat dengan cara yang sama: duduk di awal bulan, perkirakan pengeluaran dari ingatan, tulis angka yang terasa "masuk akal", lalu berharap angka itu akurat.
Masalahnya: memori manusia sangat buruk dalam mengingat pengeluaran kecil. Kamu ingat bayar sewa Rp 1,5 juta, tapi lupa kopi Rp 35 ribu tiga kali seminggu, makan siang tambahan karena tidak sempat masak, atau parkir yang dibayar tunai. Total pengeluaran yang "terlupakan" ini bisa Rp 300-800 ribu per bulan.
Hasilnya: anggaran yang dibuat terlalu optimis, lalu dilanggar bukan karena tidak disiplin tapi karena memang tidak mungkin diikuti dari awal.
Urutan yang benar adalah kebalikan dari yang biasa dilakukan:
Anggaran yang baik adalah anggaran yang dimulai dari kondisi nyata, bukan dari kondisi ideal.
Semakin sedikit semakin baik, sampai batas yang masih berguna. Terlalu banyak kategori membuat pencatatan jadi repot dan orang berhenti melakukannya. Terlalu sedikit dan kamu tidak punya insight yang berguna.
Rekomendasi untuk pemula: 5-7 kategori:
Setelah 3 bulan, kamu bisa mulai lebih detail kalau merasa perlu. Tapi untuk mulai, 5-7 kategori sudah cukup untuk melihat pola.
Catat segera, bukan nanti. Setiap kali keluar uang, langsung catat, bahkan sebelum meninggalkan tempat. Mengandalkan ingatan di akhir hari atau akhir minggu membuat data tidak akurat dan proses jadi terasa seperti pekerjaan rumah yang menumpuk.
Ini yang membuat aplikasi keuangan di HP lebih berguna dari spreadsheet di laptop: kamu selalu bawa HP, tapi tidak selalu buka laptop saat beli sesuatu.
Salah satu alasan orang takut budgeting adalah karena terasa seperti membatasi diri, seperti tidak boleh menikmati hidup. Tapi anggaran yang baik sebenarnya adalah izin tertulis untuk menikmati hidup dalam batas yang sudah kamu tentukan sendiri.
Kalau anggaran bilang kamu punya Rp 500 ribu untuk makan di luar bulan ini, kamu bisa makan di luar tanpa rasa bersalah sampai Rp 500 ribu itu habis. Tanpa anggaran, kamu makan di luar dengan rasa khawatir samar-samar sepanjang waktu, dan tidak tahu kapan harus berhenti.
"Anggaran bukan tentang tidak boleh belanja. Ini tentang tahu kapan boleh belanja dan kapan harus berhenti." — Prinsip keuangan Wealio
Artikel Lainnya
Wealio
Budget, investasi, dan net worth dalam satu tempat.